1. Barangsiapa pada pagi hari aman dalam kelompoknya, sehat tubuhnya, memiliki
pangan untuk seharinya, maka dia seolah-olah memperoleh dunia dengan segala
isinya. (HR. Tirmidzi)
2. Perbandingan dunia dengan akhirat seperti
seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan
dilihatnya apa yang diperolehnya. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
3. Aku dan
dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah
pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya. (HR. Ibnu
Majah)
4. Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu
kholifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan
wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah
godaan kaum wanita. (HR. Ahmad)
5. Dapat diperkirakan bahwa kamu akan
diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut
melahap isi mangkok (makanan). Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah
kami sedikit, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan saat itu jumlah
kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian
ditimpa penyakit wahan." Mereka bertanya lagi, "Apa itu penyakit wahan, ya
Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut
mati." (HR. Abu Dawud)
6. Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku
takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya
dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang
sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu
kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan. (HR. Ahmad)
7.
Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, "Hai Muhammad, hiduplah
sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan
diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah
dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan
kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain." (HR.
Ath-Thabrani)
8. Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah
sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat
dari kejahatan. (HR. Ad-Dailami)
9. Sesungguhnya Allah melindungi
hambaNya yang mukmin dari godaan dunia dan Allah juga menyayanginya sebagaimana
kamu melindungi orangmu yang sakit dan mencegahnya dari makanan serta minuman
yang kamu takuti akan mengganggu kesehatannya. (HR. Al Hakim dan Ahmad)
Artikel
Freedom for palestine
Sabtu, 25 Januari 2014
Bahaya bersumpah
1. Jangan bersumpah
kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus
jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju).
Kalau tidak rela (tidak setuju) niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. (HR.
Ibnu Majah dan Aththusi)
2. Barangsiapa
merampas hak orang muslim (dari) hasil sumpahnya maka Allah mengharamkan baginya
masuk surga dan mewajibkannya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Ya
Rasulullah, meskipun barang itu sedikit?" Nabi menjawab, "Meskipun hanya
sebatang kayu araak (kayu yang dipakai untuk siwak/gosok gigi)." (HR.
Muslim)
3. Sumpah dengan
maksud melariskan dagangan adalah penghapus barokah. (HR. Bukhari dan
Muslim)
4. Barangsiapa
bersumpah tidak dengan (menyebut) nama Allah maka dia telah berbuat syirik
(menyekutukan Allah). (HR. Ad-Dailami)
5. Ada tiga
kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berkata-kata, tidak
akan melihat, tidak akan pula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
Abu Dzarr berkata, "Rasulullah mengulang-ulangi ucapannya tiga kali dan aku
bertanya, "Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang
pakaiannya menyentuh tanah karena kesombongannya, orang yang menyiarkan
pemberiannya (mempublikasikan kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya
dengan sumpah palsu." (HR. Muslim)
6. Barangsiapa
mengangkat sumpah terhadap suatu perkara kemudian dia mengetahui sesuatu yang
lebih baik (benar) maka hendaklah dia menebus (kafarat) sumpahnya dan
mengemukakan apa yang lebih baik (benar). (HR. Muslim)
Keterangan:
Kafarat (denda)
sumpah sudah dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur'an sebagai berikut: "Allah
tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu
sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang
miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau
memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa
tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari.
Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu
langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu
hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (Surat 5. AL MAA-IDAH - Ayat
89)
7. Berhati-hatilah,
jangan kamu banyak bersumpah dalam penjualan. Itu memang melariskan jualan tapi
menghilangkan barokahnya (memusnahkan perdagangan). (HR. Muslim)
Bershadaqalah untuk sesama umat muslim
Dari Abu Dzar rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Ada
sekelompok sahabat Rasulullah melapor, “Wahai Rasulullah orang-orang kaya
telah memborong pahala. Mereka sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa
sebagaimana kami puasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan
hartanya.” Beliau bersabda, “Bukankah Alloh telah menjadikan bagi kalian
apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada
sedekah, pada setiap tahmid ada sedekah dan pada setiap tahlil ada sedekah,
menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan
mendatangi istrimu juga sedekah.” Mereka bertanya. “Wahai Rasulullah,
apakah jika seseorang memenuhi kebutuhan syahwatnya itu pun mendatangkan
pahala?” Beliau bersabda, “Apa pendapatmu, bila ia menempatkan pada
tempat yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkan pada
tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)
SHODAQOH
Shodaqoh adalah memberikan kebaikan kepada diri sendiri atau kepada orang lain. Dengan demikian shodaqoh maknanya luas mencakup seluruh kebaikan, berupa perkataan atau perbuatan.
Shodaqoh adalah memberikan kebaikan kepada diri sendiri atau kepada orang lain. Dengan demikian shodaqoh maknanya luas mencakup seluruh kebaikan, berupa perkataan atau perbuatan.
PAHALA MENUNAIKAN
SYAHWAT
Ulama berbeda pendapat, apakah pahala menunaikan syahwat pada istri diperoleh tanpa niat, atau harus dengan niat. Jumhur ulama berpendapat, harus disertai niat meninggalkan hal-hal yang haram, mencukupkan diri dengan yang mubah berdasar kaidah hadits pertama.
Ulama berbeda pendapat, apakah pahala menunaikan syahwat pada istri diperoleh tanpa niat, atau harus dengan niat. Jumhur ulama berpendapat, harus disertai niat meninggalkan hal-hal yang haram, mencukupkan diri dengan yang mubah berdasar kaidah hadits pertama.
Berkatalah dengan baik kalau tidak mampu diamlah
Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya
Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang
beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.
Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia
memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari
akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan
Muslim)
Kedudukan Hadits
Hadits ini merupakan hadits yang penting dalam bidang adab. Makna hadits ini telah tercakup di dalam hadits ke-12.
Hadits ini merupakan hadits yang penting dalam bidang adab. Makna hadits ini telah tercakup di dalam hadits ke-12.
Hak Alloh Dan Hak
Hamba
Pada hadits di atas menunjukkan ada 2 hak yang harus ditunaikan, yaitu hak Alloh dan hak hamba. Penunaian hak Alloh porosnya ada pada senantiasa merasa diawasi oleh Alloh. Di antara hak Alloh yang paling berat untuk ditunaikan adalah penjagaan lisan. Adapun penunaian hak hamba, yaitu dengan memuliakan orang lain.
Pada hadits di atas menunjukkan ada 2 hak yang harus ditunaikan, yaitu hak Alloh dan hak hamba. Penunaian hak Alloh porosnya ada pada senantiasa merasa diawasi oleh Alloh. Di antara hak Alloh yang paling berat untuk ditunaikan adalah penjagaan lisan. Adapun penunaian hak hamba, yaitu dengan memuliakan orang lain.
Menjaga Lisan
Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik atau kalau tidak mampu maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik.
Berkata baik terkait dengan 3 hal, seperti tersebut dalam surat An-Nisa’: 114, yaitu perintah bershadaqoh, perintah kepada yang makruf atau berkata yang membawa perbaikan pada manusia. Perkataan yang di luar ketiga hal tersebut bukan termasuk kebaikan, namun hanya sesuatu yang mubah atau bahkan suatu kejelekan. Pada menjaga lisan ada isyarat menjaga seluruh anggota badan yang lain, karena menjaga lisan adalah yang paling berat.
Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik atau kalau tidak mampu maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik.
Berkata baik terkait dengan 3 hal, seperti tersebut dalam surat An-Nisa’: 114, yaitu perintah bershadaqoh, perintah kepada yang makruf atau berkata yang membawa perbaikan pada manusia. Perkataan yang di luar ketiga hal tersebut bukan termasuk kebaikan, namun hanya sesuatu yang mubah atau bahkan suatu kejelekan. Pada menjaga lisan ada isyarat menjaga seluruh anggota badan yang lain, karena menjaga lisan adalah yang paling berat.
Memuliakan Orang
Lain
Memuliakan berarti melakukan tindakan yang terpuji yang bisa mendatangkan kemuliaan bagi pelakunya. Dengan demikian memuliakan orang lain adalah melakukan tindakan yang terpuji terkait dengan tuntutan orang lain.
Memuliakan berarti melakukan tindakan yang terpuji yang bisa mendatangkan kemuliaan bagi pelakunya. Dengan demikian memuliakan orang lain adalah melakukan tindakan yang terpuji terkait dengan tuntutan orang lain.
Batasan Tetangga Dan
Tamu
Tetangga menurut syariat adalah sesuai dengan pengertian adat, artinya kapan secara adat dinilai sebagai tetangga maka dinilai sebagai tetangga juga oleh syariat. Kaidah menyatakan semua istilah yang ada dalam syariat dan tidak ada batasannya secara syariat dan bahasa maka pengertiannya dikembalikan kepada adat.
Tetangga menurut syariat adalah sesuai dengan pengertian adat, artinya kapan secara adat dinilai sebagai tetangga maka dinilai sebagai tetangga juga oleh syariat. Kaidah menyatakan semua istilah yang ada dalam syariat dan tidak ada batasannya secara syariat dan bahasa maka pengertiannya dikembalikan kepada adat.
Batasan tamu yang wajib diterima dan dilayani adalah jika dia tidak
memiliki kemampuan untuk mencari tempat untuk tinggal atau untuk makan. Jika
mampu maka hukumnya sunnah. Adapun batasan lamanya adalah 1 hari 1 malam,
sempurnanya 3 hari 3 malam.
Hanya Meminta tolonglah kepada allah swt
Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu
‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu
‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu
beberapa patah kata: Jagalah Alloh, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila
engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta
pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, jika semua umat
manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka
tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh
bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakakanmu, niscaya
mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh
Alloh bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan telah mengering.” (HR
Tirmidzi Dia berkata , “Hadits ini hasan shohih”)
Dalam riwayat selain Tirmidzi dengan redaksi:
“Jagalah Alloh, niscaya engkau akan senantiasa mendapati-Nya di hadapanmu.
Kenalilah Alloh di waktu lapang niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan,
ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidak akan pernah menimpamu
dan apa yang telah ditetapkan menimpamu tidak akan pernah luput darimu.
Ketahuilah bahwa kemenangan itu selalu mengiringi kesabaran, jalan keluar selalu
mengiringi cobaan dan kemudahan itu selalu mengiringi kesusahan.”
Kedudukan Hadits
Hadits ini sangat agung karena memuat wasiat Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat penting.
Hadits ini sangat agung karena memuat wasiat Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat penting.
Menjaga Alloh
Menjaga Alloh adalah dengan cara menjaga hak-hakNya. Hak-hak Alloh ada dua macam, yaitu hak-hak yang wajib dan hak-hak yang sunnah. Dengan menunaikan kewajiban, dan memelihara sunnah berarti telah menjaga Alloh. Menjaga Alloh dalam batasan yang wajib yaitu menegakan tauhid, dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Lebih dari itu adalah sunnah. Manusia berbeda-beda derajatnya dalam menjaga Alloh.
Menjaga Alloh adalah dengan cara menjaga hak-hakNya. Hak-hak Alloh ada dua macam, yaitu hak-hak yang wajib dan hak-hak yang sunnah. Dengan menunaikan kewajiban, dan memelihara sunnah berarti telah menjaga Alloh. Menjaga Alloh dalam batasan yang wajib yaitu menegakan tauhid, dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Lebih dari itu adalah sunnah. Manusia berbeda-beda derajatnya dalam menjaga Alloh.
Penjagaan Alloh
Penjagaan Alloh terhadap manusia terwujud dalam dua bentuk, yaitu:
Penjagaan Alloh terhadap manusia terwujud dalam dua bentuk, yaitu:
-
Menjaga urusan dunianya, dalam bentuk menyehatkan badanya, melapangkan rezekinya, menjaga anak dan istrinya, dan lain-lain.
-
Menjaga urusan agamanya. Poin ini lebih penting dan lebih bernilai dari pada poin sebelumnya. Bentuk penjagaannya berupa: hatinya bersih dari kotoran syubhat, senantiasa terikat dengan Alloh, penuh rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertaubat kepada-Nya, dan anggota badanya terbebas dari memperturutkan hawa nafsu.
Melalaikan menjaga Alloh dapat berakibat
hilangnya penjagaan Alloh terhadap dirinya.
Hanya Meminta Kepada
Alloh
Hukum meminta hanya kepada Alloh ada dua macam:
Hukum meminta hanya kepada Alloh ada dua macam:
-
Wajib, yaitu meminta sesuatu yang tidak bisa melakukannya kecuali Alloh. Inilah tauhid dalam meminta di mana jika dipalingkan kepada selain Alloh hukumnya syirik.
-
Sunnah, yaitu dalam hal yang manusia mampu untuk melakukannya dan dia mampu melakukan sendiri tanpa bantuan.
TAWAKAL
Makna tawakal kepada Alloh adalah mengambil sebab yang diperintahkan kemudian menyerahkan urusannya kepada-Nya. Tawakal kepada Alloh merupakan wujud keimanan yang sangat penting, bahkan merupakan wujud keimanan para nabi. Dan tawakal kepada makhluk adalah perbuatan yang sangat tercela. Sekalipun makhluk mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan, kita tidak boleh bertawakal kepadanya.
Makna tawakal kepada Alloh adalah mengambil sebab yang diperintahkan kemudian menyerahkan urusannya kepada-Nya. Tawakal kepada Alloh merupakan wujud keimanan yang sangat penting, bahkan merupakan wujud keimanan para nabi. Dan tawakal kepada makhluk adalah perbuatan yang sangat tercela. Sekalipun makhluk mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan, kita tidak boleh bertawakal kepadanya.
Sabar Dan Ridho
Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. Ketika tertimpa musibah, di samping wajib untuk bersabar, juga disunahkan untuk ridho bahkan jika mampu, bersyukur.
Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. Ketika tertimpa musibah, di samping wajib untuk bersabar, juga disunahkan untuk ridho bahkan jika mampu, bersyukur.
Ridho terhadap musibah adalah yakin bahwa akibat
dari musibah tersebut baik baginya, maka tak ada perasaan seandainya musibah
tersebut tidak datang. Adapun ridho yang hukumnya wajib yaitu ridho terhadap
perbuatan Alloh yang telah mendatangkan musibah. Dengan demikian terkait dengan
musibah ada dua bentuk keridhoan, yaitu:
-
Ridho terhadap perbuatan Alloh, hukumnya wajib.
-
Ridho terhadap musibah itu sendiri, hukumnya sunnah.
Cara Islam Untuk terhindar dari kemarahan
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, ada seorang
laki-laki berkata kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku
wasiat.” Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan
marah!” Dia bertanya berulang-ulang dan tetap dijawab, “Jangan
Marah!” (HR Bukhori)
Kedudukan Hadits
Hadits ini berisi tentang adab yang sangat penting.
Hadits ini berisi tentang adab yang sangat penting.
Rahasia Di balik Jawaban
Rasulullah
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berulang kali diminta wasiat atau nasihatnya oleh para sahabat. Jawaban yang diberikan oleh Rasulullah berbeda-beda. Rahasia perbedaan jawaban tersebut menurut ulama ada 2, yaitu:
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berulang kali diminta wasiat atau nasihatnya oleh para sahabat. Jawaban yang diberikan oleh Rasulullah berbeda-beda. Rahasia perbedaan jawaban tersebut menurut ulama ada 2, yaitu:
-
Disesuaikan dengan keadaan orang yang bertanya. Artinya jawaban Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh orang yang bertanya terkait dengan keadaannya.
-
Demi beragamnya wasiat yang sampai kepada umat. Maksudnya karena setiap wasiat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pasti akan ditularkan kepada yang lain, maka Rasulullah meragamkan jawaban.
Jangan Marah
Perintah Rasulullah untuk tidak marah mengandung 2 penafsiran, yaitu:
Perintah Rasulullah untuk tidak marah mengandung 2 penafsiran, yaitu:
-
Maksudnya tahanlah marah, yaitu ketika ada sesuatu yang membuat marah maka berusahalah untuk tidak melampiaskan kemarahannya.
-
Menghindarkan diri dari sebab-sebab yang mendatangkan kemarahan.
Terapi Ketika Menghadapi
Kemarahan
Ada beberapa cara untuk terhindar dari melampiaskan kemarahan, di antaranya:
Ada beberapa cara untuk terhindar dari melampiaskan kemarahan, di antaranya:
-
Duduk, jika ketika marah dia dalam keadaan berdiri.
-
Mengucapkan kata-kata yang baik.
-
Berwudhu.
Membantu memecahkan kesulitan sesama muslim
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi
sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang
mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya
kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit
niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa
menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong
saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan
memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah
satu rumah Alloh untuk membaca Kitabulloh dan mempelajarinya bersama-sama,
melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Alloh akan menyelimuti
mereka, dan Alloh memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di
sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh
kemuliaan nasabnya.” (Hadits dengan redaksi seperti ini diriwayatkan oleh
Muslim)
Membantu Kesulitan
Membantu saudaranya untuk terlepas dari kesulitan merupakan kebajikan yang mendatangkan pahala yang sangat besar baik di dunia maupun di akhirat. Kesulitan apapun dan bantuan dalam bentuk apapun.
Membantu saudaranya untuk terlepas dari kesulitan merupakan kebajikan yang mendatangkan pahala yang sangat besar baik di dunia maupun di akhirat. Kesulitan apapun dan bantuan dalam bentuk apapun.
Menutup
Aib
Menutup aib saudaranya wajib hukumnya. Baik saudaranya banyak berdosa lebih-lebih yang taat. Membuka aib hanya boleh dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan tetap memenuhi ketentuan syariat.
Menutup aib saudaranya wajib hukumnya. Baik saudaranya banyak berdosa lebih-lebih yang taat. Membuka aib hanya boleh dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan tetap memenuhi ketentuan syariat.
Langganan:
Postingan (Atom)