Mengapa ummat Islam harus peduli dan merasamemiliki tanah Palestina? Bukan sekedar karena disana tinggal mayoritas ummat muslim. Namun Palestina merupakan tanah suci ketiga Ummat muslim setelah Mekah dan Medinah. Disana berdiri Masjid Al Aqsa kiblat pertama ummat Islam sebelum dipindah ke Ka’bah. Dan Palestina adalah bagian penting dalam sejarah perjalanan dari para nabi Allah dalam menjalankan dakwahnya. Sehingga Allah swt pun menjadikan tanah Palestina menjadi istmewa, salah satunya adalah sebgai tempat berkumpulnya manusia dipadang Mahsyar. Palestina menjadi saksi tempat dikumpulkannya ummat manusia dihari kiamat kelak. Dengan kepedulian kita kepada tanah Palestina semoga menjadi satu nilai yang akan merigankan beban kita di hari perhitungan kelak.
Jejak-Jejak Perjalanan Para Nabi
Hijrahnya Nabi Ibrahim dan Luth 'Alaihis Salam ke Palestina
Sejarah mencatat pada tahun 1900 SM Nabi Ibrahim dan Nabi Luth 'Alaihis Salam berimigrasi dari Irak ke Palestina. Sejarah dan kitab suci mencatat, bahwa Nabi Ibrahim diberi rizqi oleh berupa anak, Ismail dan Ishaq, keduanya dilahirkan di Palestina. Demikian juga dengan Nabi Ya’kub 'Alaihis Salam dan anak-anaknya (1750 SM), semuanya tinggal di Sair Kholil (Hebron). Kemudian mereka pindah ke Mesir, setelah Nabi Yusuf menjabat sebagai bendahara negara.
Sebenarnya mereka juga imigran yang datang ke Palestina, sebelumnya mereka tinggal dan menetap di Mesir. Kemudian Nabi Ya’qub pulang ke Palestina dan meninggal di sana. Ia dimakamkan dekat bapaknya, Nabi Ishaq. Sementara itu, anak-anaknya tinggal dan menetap di Mesir, dibawah intimidasi Firaun, hingga Allah mengutus Nabi Musa 'Alaihis Salam. Dengan demikian yahudi tidak punya hak tinggal di Palestina, dengan alasan nabi Ya’kub tinggal beberapa saat di Palestina.
Hijrahnya Musa 'Alaihis Salam dan Bangsa Yahudi ke Palestina
Nabi Musa 'Alaihis Salam berhijrah dari Mesir dan membangun kerajaan Yahudi, mereka melarikan diri dari kejaran Fr’aun. Kemudian Allah membinasakan bangsa Yahudi yang menyembah anak sapi, karena telah menyalahi perintah dari langit di Bukit Sinai (QS. Al-Baqoroh ayat 93). Nabi Musa kemudian meninggal lalu Nabi Harun memimpin mereka tinggal di gerbang Palestina pada pertengahan abad 13 SM. Saat itu, kaum Nabi Musa menolak masuk Palestina. Setelah musuh bangsa Yahudi binasa, bangsa Yahudi dipimpin Yusa bin Nun alaihi salam berangkat ke Yordania.
Hijrahnya Yusha bin Nun 'Alaihis Salam dan bangsa Yahudi ke Palestina
Tahun 1156 SM, orang-orang beriman diantara bangsa Yahudi berperang dengan kaum yang kejam. Mereka menang dan dapat masuk ke Jericho lalu ke Al-Quds. Setelah Yusha bin Nun meninggal bangsa Yahudi jadi tetpecah-pecah. Ketika diutus kepada mereka sejumlah Nabi, mereka membunuhnya, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an dalam surat Al-Nisa 155 dan Al-Baqoroh 61. Kemudian bangsa Kan’an menguasai mereka dan menyiksanya. Lalu mereka minta kepada nabi mereka Samuel 'Alaihis Salam agar Allah mengutus pada mereka seorang Malaikat. Kemudian Allah mengutus Nabi Thalut pada tahun 1525 SM. Allah mengambalikan kejayaan mereka dan dukungannya. Thalut memimpin bangsa Yahudi yang beriman untuk berperang melawan Jalut, rajanya bangsa Kan’an, sebagaimana disebutkan surat Al-Baqoroh ayat 247-250. Akhirnya nabi Dawud dapat mengalahkan Jalut, kemudian Thalut membangun negara untuk bangsa Yahudi, berdasarkan kenabian Allah di sebagian wilayah Palestina.
Kerajaan Nabi Dawud dan Sulaiman 'Alaihis Salam
Setelah meninggalnya Thalut tahun 1004 SM, Yahudi terpecah. Sebagian mereka mengikuti Nabi Dawud, mendirikan negara dengan ibukota Kholil (Hebron). Kemudian tahun 1000 SM, Nabi Dawud menyerang anak Thalut dan dapat menguasai Al-Quds serta sebgian wilayah Palestina. Lalu mereka membangun kerajaan Islam pertama bagi bangsa Yahudi tahun 995 SM. Tahun 963 SM, Nabi Dawud 'Alaihis Salam meninggal dan digantikan oleh anaknya Sulaiman 'Alaihis Salam. Ia memerintah bangsa Yahudi antara masa 963 hingga 923 SM. Nabi Sulaiman kemudian memperbaharui bangunan Masjid Al-Aqsa, dan belum membangun Haikal, sebagaimana disebutkan Taurat. Tidak ada kejelasan, tahun berapa Nabi Sulaiman membangun Haikalnya di Al-Quds. Sejumlah ahli sejarah mendustakan klaim Yahudi tentang bangunan Haikal9. Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, bangsa Yahudi terpecah-pecah menjadi perebutan anak-anak Sulaiman Alaihis Salam, tahun 923 SM10. Ada yang membangun kerajaan Israel tahun 923 – 721 SM, Kerajaan Yahudi tahun 923 – 586 SM11. Namun sebelumnya sudah berdiri kerajaan bangsa Arab 1600 tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Dengan demikian bangsa Yahudi tidak punya hak atas Palestina, karena banga Arablah (Kan’an) yang pertama mendiami Palestina dan membangun kerajaannya di sana.
Palestina Warisan Khalifah Umar Bin Khotob ra
Harga diri untuk mempertahankan tanah warisan para Nabi telah membuat Umar Bin Khotob yang saat itu menjadi khalifah bertekad kuat untuk merebut Palestina, yang saat itu Palestina dibawah kekuasaan keuskupan. Uskup gereja di sana saat itu menyerahkan “kunci kota” kepada umat Islam dengan keyakinan tinggi bahwa penaklukan Islam di Yerusalem sebagai kehendak Tuhan yang mengakhiri kekuasaan kaum Byzantium.
Tapi, penaklukan kota tua ini diawali dengan perjalanan perang jihad yang panjang. Khalifah Umar memerintahkan Amr Ibn Al Ash dan Syarhabil Ibn Hasanah untuk menguasai Yerusalem. Kejadian ini terjadi pada tahun 635 M. Amr dan Syarhabil akan menuju Yerusalem dengan membawa pasukan. Tapi, itu bukan jalan mudah. Pasalnya, mereka mesti menaklukkan terlebih dahulu beberapa daerah untuk bisa masuk ke Yerusalem.
Pasukan pun melangkah lewat area pegunungan subur dan penuh pepohonan di Golan (Jaulan). Di sini, pasukan muslim akan melewati Galileia yang ada di utara Palestina. Sama seperti Golan, wilayah ini juga sangat subur. Kaum Yahudi dan Nasrani memiliki memori sejarah penting di kota ini. Dan, peperangan kecil terjadi. Pasukan yang dipimpin Amr dan Syarhabil berhasil memenangkan pertempuran dengan pasukan Byzantium yang kala itu berkuasa. Kota-kota sepanjang Galileia mampu ditaklukkan pasukan muslim, dan penduduknya diberikan jaminan keamanan dan kepemilikan. Rupaya strategi Umar untuk menaklukkan Yerusalem sangat cerdas.
Kota ini bakal dikuasai dengan jalan pengepungan. Di lain sisi Palestina, Pangeran Konstantin II, penguasa wilayah Caesarea yang ada barat Palestina, merasa gelisah dengan pergerakan pasukan Islam ke Yerusalem. Dari kota bandar yang ada di pesisir Levantina ini, Pangeran Konstantin II meminta bantuan pasukan Byzantium dari Siprus dan Konstantinopel. Padahal, kala itu, pertahanan Caesaria cukup kuat sebagai daerah kekuasaan Byzantium. Lalu, terbentuklah pasukan Byzantium di bawah komando Artavon yang harus menghadang pasukan Islam yang harus melewati daerah Caesarea untuk bisa sampai ke Yerusalem.
Tak ayal lagi, pasukan Amr dan Yazid bertemu pasukan Artavon dari Caesarea. Perang hebat pun terjadi di daerah Ajnadin. Atas izin Allah, pasukan Islam menang. Artavon lalu melarikan diri ke Yerusalem. Rasa gentar dihadapi oleh Artavon dan Patriarch Sophronius. Patriarch adalah uskup agung gereja Yerusalem. Mereka beradu mulut. Artavon tidak ingin bila Yerusalem diserahkan pada pasukan Islam. Di lain sisi, Patriarch menginginkan Yerusalem diserahkan pada pasukan Islam dengan damai. Dia yakin kedatangan pasukan Islam sebagai bentuk kehendak Tuhan. Perdebatan itu disaksikan oleh orang-orang di dalam gereja yang letaknya dalam benteng. Dan, orang-orang ini menyetujui ide Patriarch.
Lantas dikirimlah utusan gereja menemui pasukan Islam. Utusan ini menyampaikan bahwa Yerusalem akan diserahkan dengan beberapa syarat. Yaitu, penyerahan kota tidak dilakukan dengan jalan peperangan, pasukan Byzantium dibiarkan untuk menuju Mesir, dan Khalifah Umar diminta datang ke Yerusalem untuk serah-terima “kunci kota”. Setelah kabar gembira ini disampaikan ke Umar, beliau pun segera menuju Yerusalem. Sesampainya di kota, Umar disambut Uskup Patriarch.
Ketika Umar meminta diantar ke bekas Kuil Sulaiman, dia mendapati reruntuhan itu tidak terawat. Ada banyak kotoran dan timbunan sampah. Umar dan shahabat lainnya membersihkan tempat itu dan menjadikannya tempat shalat. Ke depannya, di tempat ini berdiri sebuah masjid atas perintah Umar. Masjid itu dinamai dengan Masjid Umar.
Sumber : alaqsamilikmuslimin.blogspot.com dan sumber lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar